SEKITARSEMARANG – Liverpool Football Club adalah salah satu institusi sepak bola paling terkenal dan bersejarah di dunia. Didirikan pada tahun 1892, klub ini telah mengukir namanya dalam sejarah olahraga dengan memenangkan banyak trofi domestik dan internasional, serta memiliki basis penggemar yang luas dan setia.

Liverpool FC didirikan pada tanggal 3 Juni 1892 oleh John Houlding, pemilik stadion Anfield yang saat itu dikenal sebagai tempat bermain Everton FC. Setelah perselisihan tentang sewa stadion Anfield, Everton pindah ke Goodison Park, dan Houlding memutuskan untuk mendirikan klub sendiri. Liverpool memainkan pertandingan pertamanya pada tahun 1892 dan dengan cepat bergabung dengan Football League Second Division.

Dalam beberapa tahun pertama, Liverpool FC menunjukkan prestasi yang mengesankan, dengan promosi ke First Division setelah memenangkan Second Division pada musim 1893-1894. Pada tahun 1901, Liverpool memenangkan gelar liga pertama mereka, dan kemudian gelar kedua pada tahun 1906, menegaskan diri mereka sebagai salah satu klub teratas di Inggris.

Era 1960-an adalah periode transformasi bagi Liverpool dengan kedatangan manajer Bill Shankly pada tahun 1959. Shankly mengubah klub dengan meningkatkan kondisi latihan dan stadion, serta membangun tim yang memenangkan tiga gelar First Division pada tahun 1964, 1966, dan 1973, bersama dengan Piala FA pertama klub pada tahun 1965.

Setelah Shankly pensiun, Bob Paisley mengambil alih dan membawa Liverpool ke era keemasan. Selama masa jabatannya, Liverpool memenangkan enam gelar liga, tiga Piala Liga, tiga Piala Eropa (sekarang Liga Champions UEFA), dan satu Piala UEFA, menjadi salah satu klub paling sukses di Eropa.

Pada era 90-an, Liverpool mengalami masa tanpa gelar juara liga yang signifikan, tetapi tetap menjadi kekuatan di sepak bola Inggris dengan memenangkan beberapa Piala FA dan Piala Liga. Era ini juga ditandai oleh tragedi Hillsborough pada tahun 1989, di mana 96 penggemar Liverpool tewas dalam bencana di sebuah stadion sepak bola. Tragedi tersebut meninggalkan bekas yang mendalam pada klub dan pendukungnya, serta sepak bola Inggris secara umum.

Pada awal abad ke-21, Liverpool kembali ke puncak Eropa dengan menang dramatis di final Liga Champions 2005 di Istanbul, di mana mereka mengalahkan AC Milan dalam adu penalti setelah comeback dari ketertinggalan 0-3. Kemenangan ini menegaskan Liverpool sebagai salah satu klub paling berprestasi di Eropa.

Di bawah manajemen Rafa Benitez, Liverpool terus bersaing di papan atas, meskipun tanpa memenangkan gelar liga. Pergantian manajer dan pemilik mengakibatkan periode ketidakstabilan, tetapi kebangkitan klub dimulai ketika Jurgen Klopp diangkat sebagai manajer pada tahun 2015.

Dengan filosofi “gegenpressing” dan penekanan pada kerja tim yang kuat, Klopp membangun skuad yang mampu bersaing di semua front. Pada tahun 2019, Liverpool memenangkan Liga Champions keenam mereka, diikuti dengan gelar Premier League pertama mereka pada musim 2019-2020 setelah 30 tahun penantian.

Liverpool FC tidak hanya dikenal karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena budaya dan basis penggemarnya yang memiliki semangat tinggi. Lagu “You’ll Never Walk Alone” telah menjadi himne tidak resmi klub dan melambangkan persatuan dan dukungan tak tergoyahkan yang diberikan oleh penggemar, yang dikenal sebagai “The Kop”.

Sejarah Liverpool Football Club adalah cerita tentang ambisi, tragedi, kebangkitan, dan, yang terpenting, kesuksesan. Dari awal yang sederhana hingga menjadi klub sepak bola yang diakui secara global, Liverpool telah meraih banyak prestasi yang membanggakan. Warisan yang mereka tinggalkan tidak hanya terukir dalam trofi, tetapi juga dalam hati para penggemarnya di seluruh dunia. Sebagai klub yang telah menghadapi banyak pasang surut, Liverpool FC terus menunjukkan bahwa mereka adalah lebih dari sekadar klub sepak bola mereka adalah simbol ketahanan, persaudaraan, dan keunggulan dalam olahraga.