SEKITARSEMARANG – Pada saat ini, di tanggal 6 Januari telah diperangati sebagai Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia atau dalam bahasa inggris adalah World Day Of War Orphans. Hari tersebut diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan penderitaan para anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka akibat peperangan yang terjadi di Dunia.

SOS Enfants EN Detresses, salah satu organisasi di Prancis yang telah menciptakan Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia tersebut mengatakan bahwa alasan dibuatnya peringatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan penderitaan mereka dan untuk memperbaiki masa depan mereka.

Menurut data yang diperoleh oleh UNICEF, anak yatim piatu korban perang jumlahnya secara bertahap meningkat dari tahun ke tahun. Anak-anak tersebut kehilangan orang tua mereka dalam kejadian tak terduga dan keras di dunia.

Jumlah anak yatim piatu lebih rendah di negara maju, namun jauh lebih tinggi di tempat-tempat yang sering mengalami perang dan wabah penyakit. Bahkan, beberapa anak juga kehilangan orang tua mereka karena terpisah selama kekacauan perang.

Tekanan emosional yang dirasakan oleh para anak-anak tersebut diketahui sangat tak terbayangkan. Begitu dalam trauma yang dirasakan akibat kekerasan peperangan yang dialami oleh mereka, sementara orang tua mereka kehilangan nyawa ataupun menghilang saat terjadi konflik.

Peringatan tersebut diberikan kepada para masyarakat untuk mengatasi penderitaan anak yatim piatu yang menderita akibat perang yang terjadi. Masalah ini telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan dan sosial global yang semakin memburuk seiring dengan meningkatnya ketegangan global.