SEKITARSEMARANG – Jepang diketahui merupakan negara yang paling sering diguncang oleh gempa bumi. Mengutip dari situs United States Geological Survey (USGS), di Jepang sering terjadi gempa karena Jepang berada di wilayah seismik yang sangat aktif dan memiliki jaringan seismik terpadat di dunia.

Wilayah Jepang diketahui terletak di sepanjang Pacific Ring Of Fire atau Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah cincin dengan gempa paling aktif di dunia. Cincin Api Pasifik tersebut memiliki panjang 40 ribu km yang didiami sekitar 450 gunung berapi. Di dalam Cincin Api, ada beberapa lempeng tektonik, seperti Lempeng Pasifik di bawah Samudera Pasifik dan Lempeng Laut Filipina yang berbenturan. Benturan lempeng itulah yang menyebabkan gempa bumi sering terjadi di Jepang.

Pada Sabtu, (6/1/2024) para petugas penyelamat terus menyisir puing-puing di wilayah Ishikawa, Jepang untuk mencari jenazah korban gempa saat ini. Jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 126 orang.

Sebelumnya diketahui bahwa Jepang baru saja dilanda bencana alam sejak awal tahun 2024, tepatnya pada tanggal 1 Januari 2024. Gempa tersebut diketahui berkekuatan M 7,5 dan telah mengguncang Jepang hingga memicu peringatan tsunami. Selain itu, enam orang dilaporkan tewas akibat gempa dan tsunami di Jepang lalu.

Upaya pencarian kini lebih difokuskan pada jenazah korban tewas dan pembersihan puing-puing, dibandingkan mencari kemungkinan korban selamat di balik reruntuhan selang lima hari usai gempa berkekuatan Maginuto 7,5 mengguncang.

Jumlah korban tewas saat ini diperkirakan masih mungkin bertambah, dengan sekitar 210 orang lainnya masih belum ditemukan sejak dinyatakan hilang usai gempa yang mengguncang pada Senin (1/1/2024) sore waktu setempat.

“Kami secara tulus berdoa untuk ketenangan jiwa mereka yang telah meninggal.” Ucap Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida di media sosial.

Dalam rapat darurat bencana, Kishida juga memerintahkan kepada jajaran menterinya untuk dengan segara dan cepat memperbaiki jalnan yang rusak demi membantu ratusan orang di daerah-daerah terpencil yang aksesnya terputus pascagempa.

Akan tetapi, upaya ribuan petugas penyelamat terhambat oleh situasi cuaca yang buruk meyelimuti wilayah Ishikawa. Dengan hujan dan saljut diperkirakan mengguyur pada Minggu (7/1/2024 besok. Ruas jalan yang rusak akibat retakan gempa juga mempersulit upaya pencarian korban oleh petugas.

Kondisi tanah di area terdampak gempat menjadi gembur dan curah hujan sekical apapun bisa memicu lebih banyak tanah longsor. Laporan dari otoritas setempat juga menyebutkan ada sekitar 1.000 tanah longsor yang melanda area Ishikawa setelah gempa mengguncang.

Sementara itu, sekitar 23.800 rumah juga saat ini masih juga belum mendapatkan aliran listrik dan lebih dari 66.400 rumah tidak memiliki pasokan air bersih. Pemadaman listrik dan terputusnya pasokan air juga berdampak pada rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia dan penyandang disabilitas.