SEKITARSEMARANG – Pada tahun 2024 ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif membuka suara terkait wacana BBM Pertalite akan dihapuskan pada tahun ini. Menurut Arifin, ada beberapa poin yang telah disoroti dan menyikapi wacana tersebut.

Diketahui juga bahwa sebelumnya, wacana tentang penghapusan Pertalite tersebut sebenernya telah disinggung oleh Direktor Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati pada Agustus 2023. Pada saat ini, Arifin mengatakan bahwa pihaknya juga sedang tidak mempersoalkan jika usulan tersebut benar-benar di implementasikan saat ini.

Akan tetapi, Arifin meminta agar PT Pertaminta (Persero) telah mampu memproduksi jenis BBM tanpa menambah beban anggaran tersebut.

Konsumsi jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite akan dibatasi konsumsinya. Pelaksanaan tersebut hingga hari ini masih menunggu revisi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

Di sisi lain, ada juga beberapa program yang saat ini telah dijalankan oleh Pertamina bernama ‘Langit Biru’ untuk mengusung penggunaan BBM ramah lingkungan. Dalam program tersebut, ada beberapa poin yang menjadi perdebatan masyarakat, salah satunya adalah pengganti Pertalite menjadi Pertamax Green 92 dengan campuran bioetanol.

“Menurut saya, boleh-boleh saja kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan.” Ucap Arifin.

Saat ini, Program Langit Biru tersebut telah memasuki tahap kedua. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa dalam tahap ini, penggunaan BBM yang emisinya masih tinggi seperti Pertalite akan dihapuskan.

Pemerintah juga menyetujui jika Program Langit Biru akan dijalankan di Indonesia. Kementrian ESDM sendiri telah mewacanakan akan menghapus Pertalite dan mengalihkan ke Pertamax. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi polusi udara yang sedang meningkat di sekitar kota padat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyampaikan, pihaknya saat ini masih menyalurkan Pertalite. Jika nantinya Pertalite benar-benar dihapus, BBM penggantinya adalah Pertamax Green 92 yang merupakan BBM hasil campuran Pertalite dengan 7 persen etanol atau E7. 

“Pertalite saat ini masih disalurkan sebagai BBM JBKP saat ini (Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan).” Ucap Itro Ginting.

“Untuk BBM non-subsidi Pertamax Green 95 tetap juga kita salurkan dan kita perluas penyalurannya.” Tutup Irto Ginting.