SEKITARSEMARANG – Hingga saat ini, perang di Jalur Gaza yang terjadi karena konflik antara Israel dan Kelompok Hamas dari Palestina telah melewati hari ke 100 sejak saat ini pada Minggu (14/1/2024). Laporan terakhir dari salah satu media berita di Palestina, Aljazeera, sebanyak 23.843 orang telah tewas dalam penyerangan tanpa pandang bulu tersebut.

Kejadian tersebut tentu mengundang banyak kecaman dari beberapa negara. Salah satunya di Indonesia, dimana pada Sabtu (13/1/2024) lalu, Ratusan demonstran telah menggelar aksi demo di depan kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta. Sejumlah massa terlihat memakai baju serba putih dan membawa bendera Palestina dan alat peraga yang bertuliskan ‘ceasefire now’. Massa tersebut juga menuntut tentang gencatan senjata hingga membawa kasus genosida tersebut ke pengadilan internasional.

“Hari ini adalah hari ke 100 atas aksi genosida bangsa Palestina, kami menyerukan ceasefire now. Kita berdiri di sini, hari ini di saat rakyat Palestina di Gaza telah dibantai, dibunuh oleh zionis Israel. Kita berdiri disini juga bersama 60 negara yang membela bangsa Palestina. Kita juga menyerukan seret penjahat perang Netanyahu dan kroni-kroninya.” Ucap salah satu demonstran lewat pengeras suara.

“Kita dukung upaya untuk mengajukan tuntutan atas aksi genosida ini ke pengadilan internasional, kita tuntut negara seperti Amerika, Uni Eropa untuk berhenti membela Israel.” Ucapnya.

Selain di Indonesia, di Yordania, tepatnya di jalanan kota Amman terlihat banyaknya demonstran yang terdiri dari para warga memadi jalan dengan membawa spanduk dan bendera Palestina. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza yang telah meluas ke Yaman.

Di Belanda, Demonstran juga terlihat melakukan unjuk rasa di depan Mahkamah Internasional (ICJ) kota Den Haag. Para warga tersebut menuntut hakim untuk mendengarkan permintaan tindakan darurat oleh Afrika Selatan untuk memerintahkan Israel menghentikan aksi militernya di Gaza.

Warga Inggris juga turun tangan dan memadati salah satu jalan di kota London. Massa tersebut menuntuk segera dihentikannya konflik di Jalur Gaza dan mengecam penyerangan yang dilakukan militer AS dan Inggris ke wilayah Yaman. Sebelumnya juga diketahui bahwa kelompok Houthi yang mendukung Hamas melakukan penyerangan di laut merah terhadap beberapa kapal Amerika Dan Israel. Karena hal tersebut, AS dan Inggris melakukan tindakan penyerangan kepada beberapa fasilitas yang dimiliki Houthi.

Masih banyak lagi negara yang melakukan aksi demo akibat perlakuan yang dilakukan oleh Israel terhadap semua warga di Gaza. Hal tersebut menimbulkan rasa geram dan pilu dihati akibat dari korban jiwa yang terus berjatuhan di wilayah tersebut.

Dalam 100 hari terakhir ini, banyak sekali warga Gaza yang menahan pilu setelah kehilangan keluarga, sahabat, tempat tinggal, serta hak hidup secara bebas sebagai manusia di Bumi ini tanpa adanya ketakutan akan adanya ancaman maut setiap waktu di wilayah tersebut.

Di sisi lain, walau kondisi di Gaza sangat mengenaskan dan sudah tidak manusiawi, Israel menegaskan bahwa pihaknya masih bersikeras untuk tidak menghentikan perang. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya tidak akan menarik mundur pasukannya jika kelompok Hamas masih tidak mau menyerah.