SEKITARSEMARANG – Pada Jumat (19/1/2024), telah terjadi kecelakaan Bus berisi rombongan siswa SMAN 1 Sidoarjo di daerah Tol Solo-Kertosono. Dalam laporan terkini, setidaknya ada dua orang dikabarkan meninggal dunia dan yang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres ngawi AKP Sapari membenarkan adanya dua orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan Bus berisi rombongan siswa SMAN 1 Sidoarjo. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan medis telah mengamankan tempat kejadian dan mengevakuasi korban yang menderita.

Dalam penyelidikannya, pihak kepolisian menerangkan bahwa peristiwa itu terjadi saat iring-iringan 10 bus sedang membawa siswa Kelas 12 SMAN 1 Sidoarjo menuju pulang usai studi kampus mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institute Seni Indonesia (ISI) yang berada di Yogyakarta pada Kamis (18/1).

Satu bus yang bernomor polisi W 7473 UP terlihat keluar dari jalur dan mengalami kecelakaan di Tol Ngawi, tepatnya di KM 577 A, Solo-Surabaya. Ada sekitar 48 orang di dalam bus tersebut, terdiri dari 44 siswa, 2 orang guru, dan 2 orang kru bus tersebut.

“Dari kronologi singkat yang bisa disampaikan, bus tersebut berjalan di belakang truk engkel dengan nopol L 8216 GE, tiba-tiba saja ban belakang kiri dari truk tersebut pecah sehingga oleng ke arah kanan. Bus ini tidak bisa menghindari tabrakan tersebut dan terseret keluar jalur karena jarak dengan truk terlalu dekat.” Ujar Sapari.

Dikabarkan bahwa dalam kecelakaan tersebut, ada dua orang yang meninggal dunia yakni 1 murid dan guru dari SMAN 1 Sidoarjo. Sementara, puluhan korban lainnya saat ini sudah dibawa ke rumah sakit yang berbeda di daerah Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis dengan cepat.

Dalam data yang sudah diperoleh, 15 orang saat ini telah dirawat oleh RS Widodo, 3 orang dirawat di RS Islam At-Tin Husada Ngawi, dan 5 orang dirwat di RSUD dr Soeroto.

“Saat ini, menurut data yang sudah kami peroleh, benar ada dua orang yang meninggal dunia, sementar yang luka-luka sekitar 23 orang. Saat ini yang sedang dirawat di RS Widodo ada 15, di Rs At-Tin ada 3, dan di RSUD dr Soerto ada 5 orang.” Ucap Sapari.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih mendalam terhadap penyebab dari kecelakaan yang telah memakan 2 korban jiwa tersebut dan meminta untuk menunggu kabar lebih lanjut dari kecelakaan ini.

“Sekarang ini, masih kami dalami di sekitar TKP, kita tunggu saja ada laporan apa saja dari para petugas.” Tutup Sapari.