SEKITARSEMARANG – Pada Senin (8/1/2024) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang telah berhasil menangkap muncikari inisial MAS (50) di sebuah warung remang-remang Jalan Cikande, Rangkasbitung. Muncikari tersebut telah diamankan karena melakukan eksploitasi korban perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial.

Sebelumnya diketahui bahwa, Muncikari atau yang biasa disebut Germo merupakan seseorang yang menaungi serta sebagai perantara pekerja seks dalam menjual jasa melayani kebutuhan seks kepada pelanggan. Tugas dari Germo sendiri adalah mencari pelanggan, melakukan negosiasi harga, dan mengantarkan pekerja seks pada saat dimulai dan selesai bekerja.

Sementar Pekerja Seks Komersial (PSK) merupakan pekerja yang bertugas melayani aktivitas seksual dengan tujuan untuk mendapatkan upah atau uang dari yang telah memakai jasa mereka tersebut. PSK dan Muncikari di Indonesia, dapat dipidana dengan Pasal 61 ayat (2) junto Pasal 42 ayat (2) huruf a dan c dengan pidana kurungan paling singkat dua puluh hari dan paling lama sembulan puluh hari.

Kasat Reskrim AKP Andi Kuraniady membenarkan aksi penangkapan MAS di sebuah warung remang-remang tersebut yang tepatnya berwilayah di Kecamatan Jawilan. Tersangka diketahui telah memperjual belikan perempuan berinisial MAR (31) ke pria hidung belang RP 300 ribu untuk melakukan hubungan seksual.

“Jadi dalam bisnis prostitusi, tersangka berinisial MAS mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100 ribu setelah berhasil bernegosiasi dengan pembeli jasa PSK tersebut.” Ucap Andi pada Senin (8/1/2024).

Sang korban, bernama MAR sendiri, mendapatkan sekitar Rp 200 ribu setiap diminta melayani pria berhidung belang. Korban diketahui hanya diminta untuk melayani atas perintah dari tersangka tersebut.

Andi juga mengatakan bahwa tersangka menggunakan warung remang-remang untuk dijadikan tempat prostitusi sudah sejak setahun yang lalu. Ada keresahan dari masyarakat setempat sehingga hal tersebut dilaporkan kepada pihak Polres Serang.

“Untuk proses pemeriksaan lebih mendalam, MAR dan MAS diamankan oleh pihak kami ke Mapolres Serang untuk ditindak lanjuti.” Tegas Andi.

Terpisah lagi, Kasi Humas AKP Dedi Djumhaedi menambahkan bahwa tersangka MAS tidak menggunakan aplikasi kencan dalam melakukan praktik prostitusi. Korban diperjualbelikan di warung remang-remang langsung kepada pria yang datang.

“Korban di perjual belikan langsung di tempat remang-remang tersebut, bukan lewat aplikasi atau apapun. Sejauh ini, kita masih mengetahui bahwa hanya ada satu orang yang menjadi korban. Masih kita lakukan penyelidikan hingga saat ini.” Ucap Dedi.