SEKITARSEMARANG – Pada (18/1/2024) lalu, seorang guru ngaji, Abdul Rohim (58) yang berasal dari Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, ditangkap oleh pihak kepolisian karena telah mencabuli empat anak gadis tetangganya sendiri yang masih dibawah umur.

Dirinya merupakan seorang guru ngaji di Mojokerto cabuli 4 gadis semenjak 2020 lalu. Keempat korban dari Abdul masih berusia 13 tahun, 14 tahun, 15 tahun, dan 16 tahun. Mereka diketahui masih duduk di bangku sekolah SMP dan SMA saat ini. Hingga saat ini, pelaku telah dibawa ke oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Imam Mujali mengungkapkan bahwa perbuatan pelaku Abdul  dilakukan dalam kurun waktu tahun 2020, sampai kepada 13 Januari 2024. Di lokasi, sekitar pukul 21.00 WIB, Abdul sudah diamankan warga di rumah kepala dusun setempat dan dijemput oleh pihak kepolisian.

Dalam aksi terakhir yang dilakukan, pelaku mendatangi rumah korban pada siang hari untuk meminjam mesin jahit milik ibu dari korban. Rohim juga diketahui menawarkan uang sebesar Rp 50.000 kepada korban dalam melancarkan aksi pencabulannya tersebut.

“Dari kronologi awal, korban ditanya oleh pelaku apakah mesin jahit ibunya sedang dipakai. Korban menjawab tidak tahu karena ibunya sedang tidur. Setelah itu, korban buru-buru keluar karena ada tugas kelompok. Pelaku menawarkan uang saku sebesar 50.000 kepada korban, setelah diterima, pelaku mencabuli korban dengan terpaksa.” Jelas AKP Imam.

Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar, Aipda Listiyono juga menjelaskan bahwa dugaan pencabulan tersebut terjadi sekitar satu minggu yang lalu, dimana keempat korban merupakan putri dari para tetangga pelakunya sendiri.

“Dari keempat korban, ada yang jadi muridnya, ada juga yang warga disini. Perbuatannya seminggu lalu, sementara TKP terjadi di masing-masing rumah korban. Saat ini kami sedang lakukan penyelidikan lebih lanjut tentang hal ini.” Ucap Listiyono.

“Diketahui juga semenjak kecil, 4 anak gadis tersebut sering main ke tempat tersangka. Dirinya mengaku khilaf karena dianggapnya para korban masih anak kecil.” Sambung Listiyono.

Dirinya juga mengatakan bahwa kasus dugaan pencabulan ini terungkap setelah korban mengadu kepada orang tuannya. Setelah mengetahui hal tersebut, pada (18/1/2024) sekitar malam hari, orang tua dari semua korban mendatangi rumah pelaku untuk mengklarifikasi hal tersebut. Pelaku saat ini telah diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.