SEKITARSEMARANG – Diketahui saat ini, pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md menjanjikan adanya internet gratis kepada para warga Indonesia di berbagai wilayah. Program tersebut sangat diperbincangkan mengingat kuota data gratis pelajar saat pandemi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi Dodo.

Hal tersebut pertama kali diungkapkan oleh Mahfud saat sesi akhir Debat Cawapres 2024. Pada saat itu, dirinya memaparkan 21 program unggulan Ganjar-Mahfud, salah satunya terkait pemerataan akses internet, cepat dan gratis. Ganjar juga menjelaskan terkait internet gratis tersebut bahwa program tersebut ditujukan kepada para pelajar dan tak menutup kemungkinan juga pelaku UMKM.

“Tentu, kita bicara siapa yang memanfaatkan internet gratis itu, maka kita para pelajar tadi ada masukan para UMKM, oke saya kira itu masuk juga, merikat bisa mendapatkan internet gratis.” Ucap Ganjar saat di Semarang, Jawa Tengah.

Dirinya tidak menampik ketika ditanya awak media bahwa program internet gratis tersebut serupa dengan yang diberikan oleh pemerintahan era Joko Widodo pada saat masa pandemi COVID-19 lalu. Saat pandemi merebak, aktivitas masyarakat menjadi terbatas, sehingga Jokowi dan pemerintahan memberikan bantuan berupa internet gratis bagi para peserta didik jenjang PAUD, pendidikan dasar dan menengah, serta mahasiswa.

Diketahui sebelumnya pada 2021, Presiden Joko Widodo bersama dengan pemerintahan di Indonesia menjalankan program pembagian internet gratis kepada seluruh pelajar yang membutuhkan. Jokowi menyebut bahwa kuota internet gratis tersebut akan disalurkan untuk menunjang kebutuhan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa di Tanah Air di saat pandemi.

“Subsidi kuota internet untuk daerah-daerah PPKM juga semaksimal mungkin diberikan kepada tenaga kependidikan, murid, mahasiswa, guru, dan dosen. Untuk penyalurannya sendiri akan dilakukan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam tiga tahapan.” Ucap Presiden Joko Widodo.

Bantuan kuota internet gratis yang diberikan tersebut sebesar 7 GB untuk peserta didik jenjang PAUD, 10 GB untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah, 12 GB untuk pendidik Paud, pendidikan dasar dan menengah, serta 15 GB untuk para dosen dan mahasiswa.

Untuk diketahui, program bantuan subsidi kuota internet tersebut telah diselenggarakan pada Januari-Mei 2021 dengan anggaran RP3,0 triliun. Kemudian, kembali menganggarkan dana tambahan sebesar Rp 5,54 triliun, sehingga total rincian anggaran bagi kuota internet tersebut mencapai Rp 8,54 triliun.

Bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, sekolah dasar dan menengahm serta perguruan tinggi, untuk memperoleh bantuan kota internet tersebut, diwajibkan memutakhirkan data, seperti nama peserta didik, dosen, guru dan mahasiswa, serta nomor telepon yang aktif.